Langsung ke konten utama

Tahapan dan Nilai Estetis Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi

Tahapan Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi

Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang paling sederhana sekalipun dilakukan dalam sebuah proses berkarya. Tahapan dalam berkarya akan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik bahan, teknik, alat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut.

Tahapan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi ini seperti juga karya seni rupa pada umumnya, dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam maupun diri perupanya. Ide atau gagasan berkarya seni rupa tiga dimensi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Cobalah perhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar kalian. Amatilah berbagai karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai media cetak maupun elektronik, kemudian kembangkan hasil pengamatan kalian menjadi gagasan berkarya. Pilihlah bahan, media, alat dan teknik yang kalian kuasai atau ingin kalian coba dan mulailah berkreasi membuat karya seni rupa tiga dimensi.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Mempelajari seni tidak terlepas dari persoalan estetika dan keindahan. Estetika identik dengan seni dan keindahan. Pendapat ini tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya tepat. Perkembangan konsep dan bentuk karya seni menyebabkan pembicaraan tetntang estetika tidak lagi semata-mata merujuk pada karya seni yang indah dan sedap dipandang mata. 

Dengan memahami persoalan estetika dan seni diharapkan wawasan peserta didik dalam melakukan apresiasi, kritik maupun berkarya seni semakin terbuka. Menghadapi karya-karya seni yang dikategorikan “tidak indah”, peserta didik diharapkan tidak sekonyong-konyong memberikan penilaian buruk, tidak pantas dan sebagainya. 

Sebagai seorang pelajar mereka akan lebih bijaksana diarahkan untuk melihat latar belakang dibalik penciptaan sebuah karya seni, mencari nilai keindahan dan kebaikan yang tersembunyi dari karya tersebut. Hal ini akan membantu peserta didik menjadi seorang kreator, apresiator dan kritikus seni yang baik.

Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif. Nilai estetis bersifat obyektif memandang keindahan sebuah karya seni rupa berada pada karya seni itu sendiri secara kasat mata. Keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur-unsur visual ini dapat dikatakan sebagai salah satu nilai estetis yang dimiliki oleh sebuah karya seni rupa. 

Tidak demikian halnya dengan nilai estetis yang bersifat subyektif, keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang dicerap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh ketika kita melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, kita dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Menggambar Flora, Fauna, Alam Benda Kelas 7 pert.2

A.  Alat dan Media Gambar     Sebagai sarana belajar menggambar, alat dan media memiliki banyak variasi dan macamnya. Kamu bisa menggunakan pensil dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan krayon. Setiap alat dan media tersebut memiliki karakter yang berbeda. Beberapa macam alat dan media gambar  sebagai berikut: 1.   Pensil    Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pensil dengan tanda “H” dan “B”. Pensil H memiliki sifat keras dan cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis. Pensil B memiliki sifat lunak dan cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat. Pensil H dan pensil B dibedakan dari segi tingkat kekerasan dan kepekatan hasilnya. Pensil H dan  pensil B diberi  tanda angka untuk membedakan jenisnya. Untuk pensil B, makin besar angkanya makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil goresannya. Untuk pensil  H, makin  besar angkanya, makin keras sifatnya  dan  makin tipis hasil goresann...

Materi Seni Budaya Kelas 9 Pertemuan ke 4

Pada pertemuan minggu lalu, kalian sudah membuat sketsa atau rancangan melukis dengan tema bebas. Untuk pertemuan ke 4 kali ini, silahkan kalian buat lukisan berwarna di buku gambar. Boleh a3 atau a4. Apabila sudah mengerjakan silahkan dikumpulkan tugas nya dengan cara sebagai berikut :  1. Buka Instagram kalian, jika tidak punya silahkan download dulu aplikasinya. Apabila tidak bisa juga kalian dapat meminjam instagram teman untuk mengumpulkan tugasnya.  2. Gabungkan hasil gambar kalian yaitu sketsa pada pertemuan 3 dan lukisan pada pertemuan ke 4. Digabung menjadi satu. Contoh dibawah ini:  3. Setelah digabung, upload hasil gambarnya melalui instagram dengan hastag #nama #kelas kalian #sekolah Contoh  #abimanyu#kelas91#smpn1setu  4. Dimohon semua siswa mengumpulkan tugasnya. Apabila tidak mengumpulkan diinstagram maka tidak ada nilai praktik seni budaya.  Terimakasih Selamat Mengerjakan. 

SENI PATUNG PERT. 6

 Bab 2 :   Seni Patung A. Pengertian dan Fungsi Patung Patung diartikan juga sebagai plastic art atau seni plastik karena patung identik dengan sebuah cipta karya manusia yang meniru bentuk dan memiliki keindahan (estetik). Patung bersifat 3 dimensi atau benda yang bervolume artinya bisa dilihat dari berbagai arah. Secara umum berdasarkan fungsinya seni patung dibedakan 6 macam : 1. Patung religi. Tujuannya pembuatannya adalah untuk sarana beribadah dan bermakna religius.    Patung Religi Bunda Maria 2. Patung monumen. Patung ini dibuat untuk memperingati atau mengenang peristiwa atau kejadian yang bersejarah atau jasa seorang pahlawan besar dalam sebuah bangsa atau kelompok.    Patung Soekarno Hatta (Tangerang) 3. Patung arsitektur. Merupakan patung yang bernilai estetika dan berfungsi dalam konstruksi bangunan.    Patung Arsitektur 4. Patung dekorasi. Patung ini digunakan untuk menghias bangunan atau lingkungan taman baik taman ruma...